Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) akhirnya merampungkan proses penggabungan usaha (merger) dengan PT Bank Nusantara Parahyangan (BNP). Penggabungan ini dilakukan setelah Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG) menjadi pemegang saham mayoritas atas kedua bank ini. PT Bank Nusantara Parahyangan (BBNP) Emiten yang satu ini melakukan delisting secara sukarela pada tahun 2019 lalu. Aksi korporasi ini dilakukan karena perusahaan secara resmi telah merger dengan Bank Danamon, di mana Bank Danamon dengan kode emiten BDMN ini sendiri juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BNP) resmi akan melakukan penggabungan usaha ( merger ). Hal itu telah diumumkan perusahaan lewat keterbukaan informasinya. Jika terealisasi, maka TMPI yang dulunya diplesetkan sebagai akronim dari Taman 'Makam' Para Investor ini akan mengikuti jejak emiten lain yang sudah didepak BEI tahun ini yakni PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk/ BBNP (2 Mei), PT Sekawan Intipratama Tbk/SIAP (17 Juni), PT Grahamas Citrawisata Tbk/ GMCW (13 Agustus), PT Bank Mitraniaga Tbk/NAGA For the fiscal year ended 31 December 2018, Bank Nusantara Parahyangan Tbk PT interest income increased 9% to RP897.53B. Net interest income after loan loss provision increased 18% to RP375.65B. Bank Nusantara Parahyangan Tbk: 10 Jan 2001: 02 Mei 2019: 5: GMCW: Grahamas Citrawisata Tbk: 14 Feb 1995: 13 Ags 2019: 6: TMPI: PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk. (d.h PT Telaga Mas Pertiwi Tbk) 26 Jan 1995: 11 Nov 2019: Catatan Delisting 2019. NAGA | Sub sektor Bank. o3yBJEW.

bank nusantara parahyangan tbk